Archives
-
Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Vol. 4 (2025)West Java Economic Society (WJES) merupakan wadah bagi akademisi, pegawai pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, media, dan masyarakat umum untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi para pemangku kepentingan dan pihak-pihak yang membutuhkan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ekonomi daerah. Sementara itu, WJES Call for Recommendative Papers 2025 menjadi sarana untuk menjaring gagasan, inovasi, dan rekomendasi terbaik yang bersifat implementatif guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kajian-kajian yang dihimpun kali ini memiliki relevansi dengan tema utama WJES 2025 yaitu “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.” Hasil riset dan rekomendasi dalam WJES 2025 diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Tema WJES 2025 tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan arah kebijakan pemerintah daerah, dinamika ekonomi nasional, serta perkembangan ekonomi global terkini yang diwarnai perlambatan akibat dampak kebijakan tarif internasional yang mendorong ketidakpastian tetap tinggi, dan perlunya transformasi struktur industri. Tema ini juga selaras dengan berbagai program sinergi Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah, seperti West Java Investment Summit (WJIS), West Java Industrial Meeting (WJIM), Digital Economy Syaria Festival (DIGISEF), dan West Java Annual Meeting (WJAM). Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis inovasi, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan WJES 2025 diawali dengan Kick Off WJES 2025 yang berisi pemaparan kondisi perekonomian Jawa Barat terkini dan dilanjutkan dengan peluncuran kompetisi WJES Call for Recommendative Papers 2025. Pada tahap awal, terkumpul lebih dari 360 abstrak paper yang relevan dengan tema utama. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh dewan juri, terpilih 67 abstrak terbaik yang berlanjut ke tahap penyusunan full paper. Pada tahap berikutnya, dipilih 22 paper unggulan untuk dilakukan penjurian. Tahap penjurian melahirkan tiga paper terbaik dengan ide kebijakan yang aplikatif, efektif, dan siap diimplementasikan. Para penulis paper terbaik akan mempresentasikan hasil kajiannya pada Seminar Nasional WJES 2025 sebagai puncak dari rangkaian kegiatan WJES. -
Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat melalui Optimalisasi Peran Infrastruktur, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, dan Digitalisasi
Vol. 3 (2024)West Java Economic Society (WJES) adalah wadah akademisi, pegawai pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, media dan masyarakat umum untuk memberikan kontribusi pemikiran kepada pemangku kepentingan dan pihak pihak yang membutuhkan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Sementara itu WJES Call for Recommendative Paper 2024 adalah sarana untuk mendapatkan sumbangan pemikiran berupa inovasi dan rekomendasi terbaik yang bersifat
implementatif guna mempercepat pertumbuhan perekonomian.
Kajian kajian yang dihimpun kali ini adalah kajian yang memiliki relevansi dengan tema utama WJES “Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Melalui Optimalisasi Peran Infrastruktur, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, dan Digitalisasi”. Hasil riset ini akan digunakan sebagai rekomendasi kebijakan untuk kemajuan perekonomian Jawa Barat. Tema WJES 2024 tersebut diusung dengan mempertimbangkan arah kebijakan pemerintah daerah serta mempertimbangkan kondisi perekonomian dunia, nasional dan Jawa Barat terkini. Tema tersebut mewarnai berbagai event di Jawa Barat termasuk event sinergi antara KPwBI Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah daerah seperti West Java Investment Summit (WJIS), West Java Energy Forum (WJEF), West Java Industrial Meeting (WJIM), Digital Economy Syaria Festival (DIGISEF), dan West Java Annual Meeting (WJAM). Sebagaimana kontribusi yang diberikan dalam WJES 2024, maka tujuan dari event tersebut adalah tidak terlepas dari tujuan memajukan perekonomian dengan titik berat pada peluang sumber sumber pertumbuhan ekonomi potensial sepeti sektor industri, sektor infrastruktur dan sektor potensial lainnya.
Rangkaian kegiatan WJES 2024 diawali dengan kick off WJES 2024, yang dilengkapi pemaparan kondisi perekonomian Jawa Barat terkini dan diakhiri dengan launching kompetisi WJES Call for Recommendative Paper tahun 2024. Dalam proses awal telah terserap 200 abstrak yang relevan dengan tema. Terhadap abstrak masuk dilakukan review oleh tim juri sehingga menghasilkan 50 abstrak yang dapat dilanjutkan sampai dengan full paper. Terhadap full paper yang masuk dilakukan seleksi sehingga didapatkan 20 full paper terbaik. Penulis dari paper terbaik tersebut telah mempresentasikan paper nya pada tanggal 10 Oktober 2024 dimana 3 paper terbaik pertama akan mempresentasikan kajiannya pada puncak acara West Java Economic Society.
Kegiatan seminar nasional sebagai rangkaian puncak acara WJES merupakan wujud dari sumbangsih Bank Indonesia dan ISEI Bandung Perwakilan Jawa Barat dalam memajukan perekonomian Jawa Barat di akhir tahun 2024. Seminar Nasional mengangkat tema “Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Melalui Optimalisasi Peran Infrastruktur, Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, dan Digitalisasi”. Adapun, tema tersebut telah mewarnai seluruh kegiatan WJES 2024 termasuk tema kajian kajian WJES Call for Recommendative Papers 2024. -
Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat Melalui Penguatan Ekonomi Domestik
Vol. 2 (2023)Kinerja ekonomi pada tahun 2023 diproyeksi mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2022 seiring dengan masih munculnya gangguan rantai pasok dan ketidakpastian pasar keuangan global dan inflasi yang cukup tinggi. Perlambatan ekonomi yang dihadapi disebabkan faktor faktor masih berlangsungnya perang Rusia-Ukraina serta kebijakan pengetatan kebijakan moneter di beberapa negara khususnya negara maju.Di tengah kinerja ekonomi global yang mengalami perlambatan, beberapa negara mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik dari perkiraan semula antara lain Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Perbaikan tersebut didukung oleh masih kuatnya permintaan domestik serta masih cukup baiknya realisasi investasi di tengah masifnya dukungan fiskal meskipun masih terdapat beberapa risiko perlambatan.
Setelah melewati berbagai tantangan pada tahun 2022, perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,31%. Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut didukung oleh kinerja eksternal disamping masih positifnya kinerja konsumsi swasta dan investasi seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang mulai bangkit pasca pandemi covid 19.Perekonomian nasional pada tahun 2023 diperkirakan masih akan tumbuh meskipun sedikit melambat dibandingkan dengan tahun 2022 seiring terdapatnya risiko perlambatan permintaan global akibat tingginya inflasi di beberapa negara. Hal yang sama akan dialami oleh perekonomian provinsi Jawa Barat mengingat struktur perekonomiannya yang didukung oleh sektor industri manufaktur termasuk industri alas kaki dan TPT yang berorientasi ekspor.
Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan ketahanan ekonomi Jawa Barat, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan West Java Economic Society (WJES) tahun 2023. Kegiatan West Java Economic Society (WJES) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan dan mendiskusikan rekomendasi kebijakan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat di tengah tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan.
West Java Economic Society (WJES) tahun 2023 mengambil tema besar “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat Melalui Penguatan Ekonomi Domestik” Tema ini masih terkait dengan tema kegiatan sebelumnya yaitu Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Memperkuat Ketahanan Dalam Menghadapi Tantangan Ke Depan, dengan lebih menekankan pada perekonomian domestik.